Mengenai Saya

Foto saya
Hidup itu Pilihan.. Antara Bahagia dan Sedih :)

Minggu, 07 Oktober 2012

Bahasa Indonesia Pemersatu Bangsa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bangsa yang terkenal ramah dan santun. penutur bahasa Melayu-Indonesia adalah bangsa yang memiliki keluhuran budi dan keagungan budaya yang tinggi. Mereka tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi imperialis. Bahasa Indonesia memiliki peran penting di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Peran terlihat di dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai wilayah tanah air Indonesia. Komunikasi perhubungan pada berbagai kegiatan masyarakat telah memanfaatkan bahasa Indonesia di samping bahasa daerah sebagai wahana untuk membangun kesepahaman, kesepakatan dan persepsi yang memungkinkan terjadinya kelancaran pembangunan masyarakat di berbagai bidang Bahasa Indonesia sebagai milik bangsa, dalam perkembangan dari waktu ke waktu telah teruji keberadaannya, baik sebagai bahasa persatuan rakyat Indonesia maupun sebagai bahasa resmi negara. Adanya masalah dan kecurangan yang mengancam kerukunan dan kesatuan bangsa Indonesia bukanlah dari bahasa Indonesia yang kita miliki melainkan bersumber dari beberapa hal lain terutama dalam bidang krisis ekonomi, hukum, dan politik, serta pengaruh globalisasi.

Bahasa Indonesia hingga kini menjadi pemersatu bangsa yang belum pernah dijadikan sumber permasalahan oleh masyarakat yang berasal dari berbagai ragam suku dan daerah. Hal ini dapat terjadi, karena bahasa Indonesia dapat menempatkan dirinya sebagai sarana komunikasi efektif, berdampingan dan bersama-sama dengan bahasa daerah yang ada di Nusantara dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai aspek kehidupan dan kebudayaan, termasuk pengembangan bahasa-bahasa daerah. Dengan demikian bahasa Indonesia memiliki peran penting di dalam memajukan pembangunan masyarakat di dalam berbagai aspek kehidupan.
Banyak hal yang perlu juga untuk meningkatkan kualitas bahasa Indonesia agar tetap di kembangkan sampai generasi selanjutnya bermula dari bagian pemerintahan pusat sendiri dalam meningkatkan kualitas bahasa Indonesia dengan berupa menyajikan penyediaan standar, pedoman, fasilitas dan bimbingan dalam rangka pengembangan bahasa dan sastra. Sedangkan untuk meningkatkan kajian sejarah dan nilai tradisional serta pengembangan bahasa dan budaya daerah merupakan bagian tugas bagian provinsi sendiri untuk membantu mengembangkan di bagian yang lain.
Oleh karena bahasa dan sastra daerah pada dasarnya berkembang dari masyarakat di desa-desa, kampung-kampung serta kelompok masyarakat tradisional yang secara wilayah berada dalam sekitar kabupaten/kota, maka di mulai dari kabupaten/kota dilakukan kegiatan operasional pengembangan bahasa dan sastra daerah sendiri. Di tingkat nasional sudah ada Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional sebagai lembaga yang mendapat amanat dari pemerintah untuk melakukan perencanaan bahasa. Pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota dibentuk lembaga perpanjangan penyelenggaraan Pusat Bahasa berupa balai atau kantor bahasa yang berfungsi untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra. Penyelenggaraan kegiatan pada lembaga bahasa di tingkat provinsi/kabupaten ini terkait langsung dengan rangkaian penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan yang diwujudkan melalui sistem otonomi daerah memberikan peluang dan tantangan bagi upaya pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.
Bahasa mengalami perubahan sejalan dengan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat penuturnya. Bahasa digunakan sebagai sarana ekspresi dan komunikasi dalam kegiatan kehidupan manusia, seperti dalam bidang kebudayaan, ilmu, dan teknologi. Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan dan ilmu serta teknologi berkembang sedemikian rupa. Bahasa Indonesia pun berkembang mengikuti perkembangan tersebut.
Pesatnya perkembangan kebudayaan, ilmu dan teknologi di dunia Barat membawa pengaruh terhadap perkembangan bahasa Indonesia, khususnya di bidang kosakata/ peristilahan. Di samping itu, luas wilayah pemakaian (tersebar dipulau-pulau yang secara geografis terpisahkan dengan oleh laut) dan besarnya jumlah penutur yang berlatar belakang (bahasa daerah dan kebudayaannya), memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan di tiap-tiap daerah yang lama kelamaan akan berkembang menjadi dialek tersendiri. Oleh karena itu, perlu diadakan kontak terus menerus antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya untuk menjaga keutuhan bahasa Indonesia.
Perkembangan bahasa Indonesia itu harus diarahkan menuju ragam bahasa baku. Selanjutnya, ada beberapa dasar pembinaan bahasa Indonesia yang diharapkan memberikan semangat dan motivasi tinggi dalam membina dan mengembangkan bahaasa Indonesia. Landasan tersebut bersifat keagamaan (religius), kesejarahan (historis, politis), kecendekian (intelektual), bersifat kemasyarakatan (sosial). Dengan landasan tersebut, pembinaan bahasa Indonesia yang dilakukan pada era otonomi daerah menjadi kuat, tidak tergoyahkan oleh kondisi yang bersifat memecah-belah, dan dapat dijadikan referensi dalam menjaga kesatuan dan persatuan demi keutuhan bangsaIndonesia.
Landasan yang bersifat keagamaan adalah bahwa bahasa Indonesia itu karunia Tuhan yang harus kita syukuri. Membina dan mengembangkan bahasa Indonesia berarti mensyukuri nikmat karunia Tuhan. Sebaliknya, mengabaikan pemeliharaan bahasa Indonesia adalah sama dengan tidak mensyukuri karunia Tuhan. Landasan kedua bersifat kesejarahan, yaitu bahasa Indonesia merupakan amanat para pejuang atau pahlawan bangsa. Butir ke-3 Sumpah pemuda tahun, 1928 menyatakan bahwa Kami putra-putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa Persatuan, bahasa Indonesia. Demikian pula Pasal 36 UUD 1945 menyatakan bahwa Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia. Generasi penerus harus mengamalkan amanat itu. Menghargai bahasa Indonesia dengan jalan “menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam suasana resmi” berarti mengamalkan amanat para pahlawan tersebut.
Dasar berikutnya adalah landasan kecendekiaan. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mampu mengembangkan konsep, mutu, dan dan keilmiahan, karena dikembangkan oleh intelektualisme para orang-orang terpelajar, bukan awam. Kemampuan intelektual orang terpelajar jauh lebih tinggi daripada orang awam. Pengalaman intelektual mereka pun jauh lebih banyak daripada orang awam. Atas dasar itu, bahasa Indonesia orang terpelajar harus lebih bermutu daripada orang awam. Bahasa Indonesia beragam. Dasar ini juga merupakan landasan dalam pembinaan bahasa Indonesia, karena secara sosial, penutur bahasa Indonesia berasal dari berbagai strata dan kelompok masyarakat. Ragam bahasa Indonesia di antaranya: ragam baku, nonbaku, ragam ilmiah, dan ragam lainnya. Fokus dan Arah Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia
Pada prinsipnya, pembinaan dan pengembangan bahasa adalah upaya dan penyelenggaraan kegiatan yang ditujukan untuk memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan pengajaran bahasa asing. ini supaya dapat memenuhi fungsi dan kedudukannya. Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia difokuskan melalui usaha-usaha pembakuan agar tercapai pemakaian yang cermat, tepat dan efisien dalam berkomunikasi. Karena itu perlu diciptakannya kaidah atau aturan dalam bidang ejaan, kosakata/istilah, dan tata bahasa. Dalam usaha pembinaan bahasa Indonesia perlu diarahkan dan didahulukan pada bahasa Indonesia ragam tulis karena coraknya lebih tetap dan batas cakupannya lebih jelas. Di samping itu, pembakuan lafal perlu dilakukan sebagai pegangan guru, penyiar televisi/radio dan masyarakat luas. Untuk kepentingan praktis, telah diambil sikap bahwa: (1) pembinaan terutama difokuskan kepada penuturnya, yaitu masyarakat pemakai bahasa Indonesia dan (2) pengembangan terutama difokuskan kepada bahasa dalam segala aspeknya. Pembinaan dan pengembangan bahasa mencakup dua arah, yaitu:
(a) pengembangan bahasa mencakup dua masalah pokok (masalah bahasa dan masalah kemampuan/sikap)
(b) pembinaan yang mencakup dua arah (masyarakat luas dan generasi muda).
Pengembangan aspek bahasa meliputi ragam bahasa lisan dan bahasa tulisan. Ragam bahasa lisan mencakup lafal, tata bahasa, dan kosakata/istilah, dan ejaan. Dalam ragam bahasa tulis yang digarap lebih dahulu adalah ejaan, dengan peresmian penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan oleh Presiden Republik Indonesia tahun 1972. Kemudian, disusul dengan usaha pembakuan di bidang kosakata/istilah yang pemakaiannya diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1975. Di samping itu, dilakukan pula pengolahan kembali Kamus Umum Bahas Indonesia karangan M.J.S. Poewadarminta oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa yang terbit mulai cetakan V tahun 1976. Kemudian, pada tahun 1988 terbit Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan disempurnakan dalam edisi kedua yang terbit pertama tahun 1991. Usaha pembakuan dalam bidang tata bahasa secara resmi telah dirintis dengan diadakannya Seminar Penyusunan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia 1988.
Dalam hal pengembangan kemampuan dan sikap, telah ditempatkan dasar yang kuat, yaitu dicantumkannya di dalam GBHN bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa dilakukan dengan mewajibkan peningkatan mutu pengguna bahasa Indonesia sehingga penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Di samping itu, telah dan terus dilakukan pengembangan kemampuan dan sikap positif pemakai bahasa Indonesia dengan media televisi dan radio. Ada pula upaya penyuluhan kebahasaan secara langsung bagi para pelaku ekonomi dan pembangunan, baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah, di berbagai propinsi.
Berawal dari pembinaan kepada generasi muda, termasuk pelajar dan mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa. Seterusnya dengan pembinaan kepada generasi sekarang, yaitu masyarakat luas tanpa generasi muda. Pada masyarakat generasi sekarang diutamakan pembinaan ragam bahasa tulis, karena merekalah yang akan mewariskan penggunaan bahasa yang baik dan benar kepada generasi penerusnya.
Berdasarkan bahasan tersebut di atas, dapat dipahami bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa pada era sekarang ini meliputi usaha pengembangan bahasa (yang salah satu sasarannya berupa pembakuan bahasa) dan usaha meningkatkan kemampuan dan sikap penutur bahasa Indonesia agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Beberapa masalah pada pembinaan Bahasa Indonesia sudah lama dilakukan, bahkan sejak zaman Pejangga Baru (1933). Tetapi, sampai sekarang masih banyak kendala yang dihadapi dan dialami, khususnya di era sekarang ini. Masalah utama adalah persoalan sikap terhadap pembinaan bahasa Indonesia. Ada sebagian masyarakat pengguna bahasa Indonesia yang meremehkan bahasa Indonesia. Sikap mereka terhadap pembinaan bahasa Indonesia acuh tak acuh. Mereka menilai:
(1) Pelaksanaan pembinaan bahasa Indonesia kurang menarik
(2) Hasilnya kurang nyata
(3) Bahasa Indonesia dianggap mudah.
Karena dianggap mudah, orang Indonesia tidak perlu mempelajari bahasa Indonesia. Persoalan sikap tersebut semakin menjadi masalah, karena sikap negatif itu bukan berasal dari kelompok yang tidak mengerti, melainkan kelompok cendekiawan atau yang terpelajar. Mereka itu sebagian adalah pelaku utama dan pemegang peranan penting dalam roda otonomi daerah Jika orang awam bersikap negatif terhadap bahasa Indonesia, itu dapat dipahami. Tetapi, jika orang terpelajar bersikap seperti orang awam itu, tampaknya tidak berterima. Masalahnya, orang awam berbeda dengan orang terpelajar. Orang awam tidak banyak berkaitan dengan dunia pemikiran. Kegiatannya terbatas pada memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan seorang terpelajar berkaitan erat dengan dunia pemikiran. Karena orang terpelajar pencetus konsep, perencana kegiatan, dan pembuat kebijakan, orang terpelajar selalu bergulat dengan masalah mutu sumberdaya manusia. Dalam pergulatan itulah bahasa Indonesia tampil sebagai piranti yang penting karena bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yaitu bahasa negara.
Berdasarkan hal tersebut di atas, dapat dipahami bahwa orang terpelajar (kita semua) pada hakikatnya berkepentingan dengan pembinaan bahasa Indonesia. Bahkan orang terpelajar dengan sendirinya menjadi pembina Bahasa Indonesia. Sebabnya, orang terpelajar terlibat dalam dunia pemikiran. Sebab lain, orang terpelajar sering terlibat dalam suasana resmi, suasana kenegaraan, dan yang terakhir, orang terpelajar berpengaruh kuat terhadap orang lain (anak buah atau bawahan).
Alasan tersebut di atas yang menjadikan kelompok terpelajar. kita semua, harus berperan sebagai pembina bahasa Indonesia. Konsekuensi logisnya adalah mau tak mau, kita haruslah menjadi contoh, teladan, anutan, model bagi orang lain. Setidaknya, bahasa Indonesia kita harus bermutu. Apakah bahasa Indonesia yang bermutu itu? Bahasa Indonesia yang bermutu ialah bahasa Indonesia yang bersih dari kesalahan, baik kesalahan kaidah, kesalahan logika, maupun kesalahan budaya. Kesalahan kaidah sudah sering dibahas. Jadi pembicaraannya tidak perlu untuk sementara. Kesalahan logika tampak pada penggunaan pola seperti: “Dalam seminar itu membicarakan masalah pengentasan kemiskinan”. “Beberapa seniman diberikan penghargaan”, dan yang lain. Kesalahan budaya terlihat pada penggunaan kata-kata asing seperti oke, sorry, point, complain, no comment, morning, dan yang lain. Begitu pula penggunaan pola-pola seperti: “tujuan daripada pembangunan”, “banyak teori-teori”, “tidak masalah”, dan yang lain. Itulah yang selalu membuat bahasa Indonesia terlihat tidak penting di mata sebagian orang terpelajar itu sendiri.
Padahal Bahasa Indonesia memiliki peran penting di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Peran tampak di dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai wilayah tanah air Indonesia. Komunikasi perhubungan pada berbagai kegiatan masyarakat telah memanfaatkan bahasa Indonesia di samping bahasa daerah sebagai wahana dan piranti untuk membangun kesepahaman, kesepakatan dan persepsi yang memungkinkan terjadinya kelancaran pembangunan masyarakat di berbagai bidang Bahasa Indonesia sebagai milik bangsa, dalam perkembangan dari waktu ke waktu telah teruji keberadaannya, baik sebagai bahasa persatuan maupun sebagai resmi negara.
Adanya gejolak dan ketakutan yang mengancam kerukunan dan kesatuan bangsa Indonesia bukanlah dari bahasa persatuannya, bahasa Indonesia yang dimilikinya, melainkan bersumber dari krisis mutidimensional terutama krisis ekonomi, hukum, dan politik, serta pengaruh globalisasi. Justru, bahasa Indonesia hingga kini menjadi suatu kekuatan pemersatu bangsa yang belum pernah dijadikan sumber permasalahan oleh masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai ragam suku dan daerah. Hal ini dapat terjadi, karena bahasa Indonesia dapat menempatkan dirinya sebagai sarana komunikasi efektif, berdampingan dan bersama-sama dengan bahasa daerah yang ada di Nusantara dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai aspek kehidupan dan kebudayaan, termasuk pengembangan bahasa-bahasa daerah.
Dengan demikian bahasa Indonesia dan juga bahasa daerah memiliki peran penting di dalam memajukan pembangunan masyarakat di dalam berbagai aspek kehidupan. Peran bahasa Indonesia dan bahasa daerah semakin penting di zaman modern seperti sekarang ini. Justru bahasa Indonesia ini di butuhkan atau untuk di ingat kembali beberapa caranya agar bisa berbahasa indonesia yang baik dan benar agar tidak terpengaruh akan budaya asing untuk itu di mulai dari hal kecil seperti Penyelenggaraan otonomi daerah yang dilaksanakan dengan prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, agar mendorong dan menumbuhkan prakarsa dan kreativitas daerah. Hal ini tercermin dari kewenangan-kewenangan yang telah diserahkan ke daerah dalam wujud otonomi yang luas, nyata, dan tanggung jawab. Dengan prinsip tersebut diharapkan dapat mengakselarasi pencapaian tujuan yang telah direncanakan dalam pembangunan masyarakat.

Sumber: 
 http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/peranan-bahasa-indonesia-2/
http://www.scribd.com/doc/58973357/Fungsi-Dan-Peran-Bahasa-Indonesia-Dalam-Pembangunan-Bangsa

Kamis, 05 Juli 2012

Indahnya Persahabatan

Persahabatan itu merupakan  istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Maka dari itulah kita bisa menganggap seseorang sebagai sahabat kita :)
Persahabatan itu tidak pernah memandang status, suku dan agama. Persahabatan itu benar-benar real (nyata) dari hati kita sendiri, kita yang memilih dan menentukan siapa yang pantas untuk jadi sahabat terbaik kita.
Terkadang yang kita lakukan sama sahabat kita itu semuanya belum sempurna, pasti terkadang ada problem dan sedihnya juga kayak aku sama teman-temanku sewaktu kita sedang berproses menjadi 5 orang sahabat dan membentuk seperti sebuah grup, yang mungkin tadinya kita hanya ber3 atau ber2 saja sekarang bisa ber5 atau yang tadinya kita hanya bersahabat dengan perempuan saja sekarang aku bisa bersahabat juga dengan lelaki. Dan mungkin yang tadinya kita sering curhat-curhatan saja ataupun temen sebangku saja atau malah karena kebetulan sama-sama punya pengalaman yg sama maka dari itu semua kita bisa deket tapi tidak hanya itu, terkadang pertemanan itu bisa dimulai dari berantem dulu kayak temen aku yang lain. Selama kita sahabatan pun itu bisa juga kita mengalami berantem, salah paham dan ketidakcocokan antar satu sama lain, Itulah berbagai macam proses untuk menjadi seorang sahabat. Tidak semudah ketika kita merusakkan barang atau membuang sampah. Anggaplah teman kita itu seperti berlian mahal dan langka, Jadi pasti kita akan selalu berfikir untuk sayang untuk menghilangkan nya dan merusakannya Seperti bersahabat kita tidak akan pernah terpikir untuk merusak hubungan persahabatan kita dan melupakannya. Itulah arti dari sahabat yang sesungguhnya :)

Selasa, 03 Juli 2012

Kenaikan BBM Mendapat Respon Buruk dari Masyarakat

          
Kembali terjadinya kerusuhan, keruwetan seperti ini di indonesia akhir bulan Maret ini membuat Saya sebagai Masyarakat yang tidak mengikuti demo besar-besaran itu sangat prihatin.
          Kenapa? Karena memang harus nya tidak perlu adanya Kerusuhan seperti ini sampe saya baca di sebuah berita dikatakan bahwa demo besar-besaran ini membuat seorang mahasiswa terluka karena di tembak oleh aparat kepolisian. Sebenarnya kejadian seperti itu harusnya tidak pernah terjadi seandainya kita bisa menanggapi keputusan ini dengan suatu pemikiran yang bijak dan benar, Agar juga tidak merugikan dan melukai kita sendiri sebagai Masyarakat.

        Memang untuk sebagian masyarakat keputusan Presiden kita ini sangatlah tidak adil terutama untuk para rakyat menengah ke bawah, Apalagi kita tahu bahwa tidak hanya BBM saja yang pasti akan naik tetapi yang lainnya juga seperti bahan-bahan pokok atau kebutuhan kita yang lainnya pun bisa saja akan naik bila melihat Selama beberapa Tahun belakangan ini terus menerus adanya kenaikan besar-besaran seperti ini selama pemerintahan yg sekarang.
        Ini sangatlah tidak mensejahterakan rakyat justru malah semakin mempersulit rakyat menengah ke bawah untuk mendapatkan bahan makanan sehari-hari, Bila begini terus apakah bisa di bilang kepemimpinan sekarang berhasil? bagus? atau justru malah mensengsarakan kita sebagai rakyat biasa?.
Untuk itulah dari pengalaman yang ada mulai dari sekarang telitilah kita untuk memilih pemimpin berdasarkan pengalamannya jangan hanya melihat dari penampilan dan janjinya saja. Kalau seperti ini terus bukan malah semakin membuat negeri kita lebih baik justru malah akan semakin membuat negeri ini tidak baik.

Sumber:  http://www.tempo.co/read/news/2012/03/30/214393489/Polisi-Hoax-Korban-Tewas-Tertembak-di-Salemba

Kamis, 28 Juni 2012

TEMA Gunadarma


TEMA Gunadarma adalah Suatu Kegiatan Mahasiswa yang insiatif dibentuk oleh 15 Mahasiswa/i yang berkeinginan memajukan kegiatan kesenian dan menampung aspirasi mahasiswa. Terutama di lingkungan kampus Universitas Gunadarma dan masyarakat pada umumnya. Disinilah Tempat aku menemukan satu keluarga yg mempunyai Visi dan Misi bersama dalam membuat suatu karya seni. Sudah hampir Setahun aku mengikuti berbagai kegiatan seni disini, Sudah 2 project aku dan teman-teman TEMA ku Kerjakan dan Alhamdulilah sampai sekarang selalu membawa dampak positif buat Hidup Kita (Keluarga TEMA) terutama dalam hidupku. Disinilah aku bisa menunjukan siapa diriku,apa bakatku dan apa yang bisa ku pelajari di TEMA ini.

Dan Kemarin kita baru saja mengikuti Festival Teater Jakarta Selatan (FTJS) membawakan sebuah project kita sebelumnya yaitu Sebuah Teater yang terinspirasi dari sebuah cerita pendek (cerpen) yang berjudul "Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi" yang di sutradarai oleh Bang ucog (Alumni TEMA sekaligus Pelatih kita selama saya masuk Teater TEMA) dan Kak Barnes. Alhamdulilah walaupun kita belum berhasil di FTJS ini tapi saya sebagai Anggota TEMA tetap bersyukur karena termasuk salah satu anggota yg dan senang mendapat banyak pelajaran selama proses menuju FTJS ini.

Semboyan TEMA Gunadarma
"Teater TEMA hidup dan jaya! TEMA!!!"

Sabtu, 21 April 2012

Dampak Merokok

Bahaya nya dampak Merokok sepertinya sudah tabu sekarang, melihat tahun-tahun kemarin ini sudah banyaknya cara dari pemerintah mencegah bahayanya dampak merokok, Salah satunya dengan membuat area khusus bebas merokok agar tidak menganggu masyarakat lain. Tetapi sepertinya sekarang malah saya sudah tidak pernah mendengar atau melihat lagi area khusus bebas merokok itu. Padahal itu salah satu pencegahannya kan? Tetapi mengapa sepertinya itu cuma bersifat sementara, dan sekarang kembali seperti dulu lagi.
Padahal kalau kita tahu bahaya merokok itu sebenarnya sangat banyak dan sangat parah sekali bila kita ketahui dari informasi-informasi di internet ataupun dari media komunikasi sendiri seperti, Televisi, majalah dan radio. Dibawah ini adalah gambaran Kandungan Rokok :

                
Beberapa zat kandungan rokok lainnya dikenal mempunyai efek yang merugikan tulang dan kulit. Anda mungkin terkejut untuk menemukan nama beberapa bahan kimia dalam asap rokok. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
2. Benzene juga dikenal sebagai bensol merupakan senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan cairan tidak berwarna.
3. Cadmium sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif yang ditemukan baterai.
4. Metanol (alkohol kayu) adalah alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
5. Asetilena (bahan bakar yang digunakan dalam obor las) merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
6. Amonia ditemukan di mana-mana di lingkungan tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
7. Formaldehida cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
8. Hidrogen sianida adalah racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
9. Arsenik adalah bahan yang terdapat dalam racun tikus.

Sedangkan asap yang dihasilkan rokok mengandung tar. Tar itu sendiri mengandung banyak bahan beracun ke dalam tubuh. Ini adalah substansi, tebal lengket, dan ketika menghirup itu melekat pada rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini melindungi paru-paru dari kotoran dan infeksi, tapi ketika tertutup tar organ ini  tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga melapisi dinding sistem respirasi secara keseluruhan, mempersempit tabung yang transportasi udara (yang bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada akhirnya menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan kronis.
Selain itu asap ini juga mengandung karbon monoksida. Karbon monoksida adalah bahan kimia beracun ditemukan dalam asap buangan mobil. Hal inilah yang kemudian bisa menurunkan jumlah oksigen dalam darah dan menghalangi semua kinerja organ pensuply oksigen di dalam tubuh. Karena tubuh kurang oksigen membuat jantung mengalami penebalan dan bekerja lebih keras memompa darah. Inilah penyebab utama seorang perokok bisa mengalami serangan jantung secara mendadak.

Di atas sudah saya sebutkan bagaimana apa kandungan rokok itu jadi mulai dari sekarang selayaknya lah kita sebagai rakyat indonesia yang punya tata tertib dan etika untuk lebih menjaga kualitas bangsa mulai dari hal kecil seperti ini, karena kalau pun tetap di teruskan kebiasaan buruk itu akan semakin membuat orang di sekitar kita tidak akan nyaman di dekat kita dan kita juga akan hanya merusak fasilitas yang ada dengan membuang rokok sembarangan, membuang abu rokok di dinding-dinding halte atau di manapun itu. Lebih baik dari sekarang kita kurangin lah yang namanya merokok dan belajar untuk hidup sehat. Karena bila kita sehat, penyakit pun tidak akan pernah datang ke diri kita sendiri :)

Minggu, 18 Desember 2011

KOMUNIKASI DAN KEPEMIMPINAN (Tugas 3)

1. PENGERTIAN KOMUNIKASI
      Komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'.
Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara
sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu
dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).
      
      Pada awalnya komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi
pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit.

      Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi transaktif, komunikasi bertujuan atau komunikasi tak bertujuan. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat di pahami oleh pihak lain. Akan tetapi komunikasi akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.

2. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
    Dalam proses komunikasi ada tiga unsur yang mutlak harus dipenuhi karena merupakan suatu bentuk kesatuan yang utuh dan bulat. Bila salah satu unsur tidak ada, maka komunikasi tidak akan pernah terjadi. Dengan demikian, setiap unsur dalam komunikasi itu memiliki hubungan yang sangat erat dan saling ketergantungan satu dengan lainnya. Artinya keberhasilan komunikasi ditentukan oleh semua unsur tersebut. Unsur-unsur komunikasi yaitu:
      
        1.  Komunikator / pengirim / sender. Merupakan orang yang menyampaikan isi pernyataannya kepada
             komunikan. Komunikator bisa tunggal, kelompok atau organisasi pengirim berita. Komunikator
             bertanggung jawab dalam hal mengirim berita dengan jelas, memilih media yang cocok untuk
             menyampaikan pesan tersebut, dan meminta kejelasan apakah pesan telah diterima dengan baik.
             Untuk itu seorang komunikator dalam menyampaikan pesan atau informasi harus memperhatikan
             dengan siapa dia berkomunikasi, apa yang akan dia sampaikan, dan bagaimana cara
             menyampaikannya.
        2.  Komunikan / penerima / receiver. Merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh
             komunikator. Dalam proses komunikasi, penerima pesan bertanggung jawab untuk dapat mengerti
             isi pesan yang disampaikan dengan baik dan benar. Penerima pesan juga memberikan umpan balik
             kepada pengirim pesan untuk memastikan bahwa pesan telah diterima dan dimengerti secara
             sempurna.
       3.   Saluran / media / channel. Merupakan saluran atau jalan yang dilalui oleh isi pernyataan komunikator
             kepada komunikan dan sebaliknya. Pesan dapat berupa kata-kata atau tulisan, tiruan, gambaran
             atau perantara lain yang dapat digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda
             seperti telepon, televisi, fax, fotocopy, email, sandi morse, semaphore, sms, dan sebagainya.
             Pemilihan channel dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan
            (Wursanto, 1994).

3.  Menyalurkan Ide Melalui Komunikasi       
            Suatu hubungan komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi sangat penting dan dibutuhkan
karena dengan adanya komunikasi maka kita sebagai manusia bisa berhubungan dengan orang lain dan saling
bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan kita maupun seseorang dalam bekerja atau menjalani
kehidupan sehari - harinya.

       Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antara atasan bawahan perlu membicarakan komunikasi secara lebih terperinci dan mendalam mengenai pekerjaan yang dijalani. Dalam hal ini, perlu ada yang menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi yang harus di pertimbangkan terlebih dahulu, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil dan yang akan dilakukan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi. Disisi lain, akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang agak sulit dijalankan. Berikut ini merupakan tahapannya :
      
       1. IDE (gagasan) : Pengirim
     2. PERUMUSAN : Ide si Pengirim disampaikan dalam kata-kata.
       3. PENYALURAN (transmitting) : Lisan, tertulis, mempergunakan symbol atau isyarat.
       4. TINDAKAN : Perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
       5. PENGERTIAN : Kata-kata si Pengirim yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si Penerima.
       6. PENERIMAAN : Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).
Dalam membina kerjasama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi. Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.

4. Hambatan-Hambatan Komunikasi
  
Banyak hambatan-hambatan yang kita lalui pada saat berkomunikasi, yaitu :
    1. Mendengar
        Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada disekeliling
        kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang
        ingin kita dengar.
    2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
    3. Menilai sumber
        Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan
        informasi suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
    4. Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak
        sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran diantara
        pengirim dan si penerima pesan.
    5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai
        dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda
        bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau
        satu jam kemudian.
    6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten
        Gerak gerik ketika kita berkomunikasi - tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita
        pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita, mempengaruhi proses komunikasi yang berlangsung.
    7. Pengaruh emosi
        Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi apapun seperti berita atau
        informasi yang diberikan. Tidak akan diterima dan ditanggapi.
    8. Gangguan
        Gangguan itu berbagai macam hal bisa tiba-tiba kita kehilangan sinyal pada saat berkomunikasi jarak
        jauh atau tiba-tiba ada kecelakaan yang menimpa kita dan sebagainya.

5. Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi

 1. Dari segi sifatnya :
     a. Komunikasi Lisan
         Komunikasi jenis ini tergolong kepada komunikasi aktif, dimana komunikasi dapat memberikan timbal
         balik secara langsung apabila terjadi ketidakpahaman.
     b. Komunikasi Tertulis
         Komunikasi secara tertulis memang memberikan suatu dampak dimana komunikan akan merasa
         kesulitan dalam memahami maksud dan tujuan dari informasi itu, namun komunikasi ini mempunyai
         dampak yang lama. Dan apabila komunikan lupa dengan aoa yang telah di pelajari sebelumnya, maka
         ia dapat mengulangi membaca informasi tersebut. Komunikasi ini tergolong komunikasi tidak langsung,
         artinya apabila komunikan tidak paham terhadap materi tertulis tersebut, maka komunikan tidak dapat
         memberikan suatu umpan balik secara langsung namun dengan berkembangnya teknologi saat ini,
         maka meskipun komunikasi berjalan secara tidak langsung, namun umpan balik dapat diberikan 
         secara cepat baik melalui telepon, email, dll.
     c. Komunikasi Verbal
     d. Komunikasi Non Verbal
2. Menurut Keresmiannya :
     a. Komunikasi Formal
     b. Komunikasi Informal

a. Komunikasi Informal
    - Komunikasi Informal yang terjadi karena adanya komunikasi antara sesama karyawan dalam suatu
       organisasi.
    - Komunikasi Informal (The grapevine) biasanya disebarluaskan melalui desas desus atau kabar angin dari
       mulut ke mulut dari satu ke orang yang lainnya dalam suatu organisasi dimana kebenarannya tidak bisa
       dijamin karena kadang-kadang bertentangan dengan perusahaan.
    - Jadi agar komunikasi informal bisa bermanfaat maka seseorang pemimpin harus bisa memakai jalur ini
      untuk memperlancar berjalannya komunikasi formal perusahaan (komunikasi formal ini jangan sampai
      mengakibatkan timbulnya desas desus yang meresahkan karyawan)

1. Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa :
    a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan
        kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
    b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur
        dengan baik , tidak terlalu cepat atau tidak terlalu lambat.
    c. Intonasi suara. akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya
        bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan
        hambatan dalam berkomunikasi.
    d. Humor. dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa
        dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik
        dan psikis harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
    e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada
        pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
    f.  Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti
        bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau
        memperhatikan apa yang disampaikan.
2. Komunikasi non Verbal
    Komunikasi non Verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal
    memberikan arti pada komunikasi verbal.
    Yang termasuk komunikasi non verbal :
    a. Eskpresi Wajah
        Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana
        emosi seseorang.
    b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata
        selama berinteraksi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya
        dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga
        memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya.
    c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada
        komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional,
        kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
    d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan
        ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan mereflesikan emosi, konsep diri, dan tingkat
        kesehatannya.
    e. Sound (Suara). Rintihan, menarik napas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan
        pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk
        komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
    f.  Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan. Menggunakan isyarat sebagai bagian
        total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukkan kaki atau menggerakkan tangan selama bicara
        menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress.


6. Faktor - Faktor Perubahan Organisasi
 A. Perubahan Organisasi
 Terjadi perubahan besar-besaran di dunia bisnis dari sektor komputer sampai jasa keuangan, dari sektor
 telekomunikasi sampai layanan kesehatan.
 Saat ini banyak organisasi sepakat bahwa kehidupan berorganisasi semakin menjadi tidak pasti, seiring
 dengan langkah perusahaan yang makin terpacu dan masa depan menjadi makin sulit diprediksi. Namun
 demikian semua sepakat perubahan semakin cepat terjadi.
 Dunia bisnis sedang dan akan terus mengalami perubahan yang makin cepat, walau arah perubahan tidak
 mudah diprediksi. Alhasil para manager dan pembuat keputusan perlu lebih memahami kemana angin
 perusahaan bertiup, karena setiap waktu dapat menentukan hidup matinya perusahaan. Dengan kata lain
 mereka mesti harus mampu menganalisa faktor-faktor pemicu perubahan organisasi.

  1. Pemicu Perubahan dari Lingkungan
      Unsur-Unsur lingkungan perusahaan
    a. Pasar yang dilayani perusahaan (klien atau konsumen)
    b. Pemasok
    c. Lembaga Pemerintah dan Parlemen
    d. Asosiasi niaga
    e. Pesaing
    f.  Lembaga Keuangan
    g. Pemasok Tenaga Kerja
    h. Tingkat Pengangguran
    i.  Kondisi Perekonomian
    j.  Kemajuan Teknologi
    k. Perkembangan Sistem Komputer dan Informasi
    l.  Perkembangan e-commerce dan penggunaan internet

Lingkungan sebuah perusahaan juga mencakup faktor-faktor pengaruh yang lebih luas lagi seperti:
 a. Globalisasi
 b. Reformasi Politik
 c. Serikat pekerja
 d. Perubahan status perusahaan dari milik negara menjadi swasta atau sebaliknya
 e. Perubahan demografis dan struktur keluarga

 2. Pengaruh PETS (Politik, Ekonomi, Teknologi dan Sosial)
 a. PETS mempengaruhi perusahaan pada strategi, struktur dan operasi termasuk kebijakan SDM
 b. PETS merupakan metafora agar kita bisa membedakan berbagai aspek lingkungan perusahaan dan
     kaitan spesifikasinya dengan perusahaan sebagai pemicu perubahan.

 3. Pemicu Perubahan dari Lingkungan Teknologi
 a. Bersumber pada sikap mengacuhkan perubahan lingkungan teknologi ( contoh : Singer, Oliveti )
 b. Internet merupakan faktor terpenting dan menyentuh hampir semua aspek operasional perusahaan
 c. Penggunaan internet bukannya tanpa masalah, karena staf menggunakan e-mail dan internet di tempat
     kerja mencemaskan para atasan sebab pengunaan e-mail menyimpang dari pekerjaannya.

 4. Pemicu Perubahan dari Lingkungan Politik
 a. Perubahan lingkungan politik tidak saja langsung mempengaruhi perusahaan, tetapi juga berimbas pada
     perubahan lingkungan ekonomi.
 b. BBM naik daya beli masyarakat rendah.
 c. BBM turun akan memperngaruhi penerimaan pajak dan dampak negatifnya kemampuan pemerintah
     dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan berkurang.

 5. Pemicu Perubahan dari Lingkungan Sosial Budaya
 a. Harapan kenaikan standar hidup secara terus menerus sementara peluang pekerjaan permanen yang
     aman makin langka.
 b. Faktor demografis membuat berlimpahnya jumlah kamu muda memasuki pasar kerja.
 c. Perubahan struktur keluarga dimana kaum perempuan juga berharap dapat meniti karier seperti layaknya
     suami mereka.
Perusahaan juga dituntut meningkatkan perhatian pada aspek kreatifitas karyawan dengan melakukan
penataan sistem untuk mendorong inovasi.

6. Pemicu Perubahan dari Lingkungan Ekonomi
a. Pesaing
b. Kurs mata uang
c. Pajak
d. Perijinan
e. Standar Gaji Minimum

7. Pemicu Perubahan Internal
 a. Serikat buruh yang makin berpengaruh
 b. Pergantian direktur atau manager
 c. Perubahan struktur administrasi
 d. Penataan kelompok kerja
 e. Perubahan tata ruang kantor / pabrik
 f. Pembelian sistem TI baru
 g. Strategi pemasaran baru
 h. Pemotongan lembur
 i.  Perampingan staf
 j.  Penguatan bagian tertentu seperti riset dan pengembangan

B. Respon Perusahaan terhadap Perubahan

1. Perkembangan historis yang membawa perubahan :
a. Secara umum, melalui siklus inovasi berbasis industri yang menggerakkan perusahaan melalui serentetan
    perkembangan penting
b. Secara lebih spesifik, melalui daur hidup perusahaan itu sendiri, yang tercermin pada sejarah khas
    perusahaan dari sejak organisasi berdiri hingga periode eskpansi dan penurunan yang berguna dalam
    menjelaskan "kekhasan" strategi dan struktur, budaya, politik dan gaya kepemimpinan yang berlaku pada
    perusahaan tersebut.

2. Lingkungan Eksternal
a. Lingkungan politik
b. Hukum
c. Ekonomi
d. Teknologi
e. Sosial Budaya (PETS)

3. Lingkungan Internal
    Perusahaan yang mencakup perubahan-perubahan organisasi berupa respon awal terhadap perubahan
    lingkungan eksternal dan temporal.

7. Ciri-Ciri Pengembangan Organisasi
 Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai dan
 struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan
 tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan organisasi yang
 efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
 1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas
     berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
 2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
 3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua
     satuan kerja dalam organisasi.
 4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
 5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi
     dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
 6. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
 Bila selama ini kita hanya mengenal oembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan
 manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat
 diartikan sebagai : organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola
 pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan teknologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas
 area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.

8. Metode Perubahan dan Pengembangan Organisasi
Ada berbagai teknik yang dirancang para ahli, dengan tujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi
serta berkerja secara efektif, antar-individu maupun antar-kelompok dalam organisasi. Beberapa teknik
yang sering digunakan berikut ini :
1. Sensitivity training, merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan dahulu paling sering digunakan
    Teknik ini sering di sebut juga T-group. Dalam kelompok-kelompok T (singkatan training) yang masing-
    masing terdiri atas 6-10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta meningkatkan
    kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta keterampilan dalam hubungan antar-pribadi.
2. Team Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasan tiap individu
    dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team building sangat membantu meningkatkan kerjasama
    dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.
3. Survey feedback, Dalam teknik survey feedback. Tiap peserta diminta menjawab kuisioner yang
    dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja
    dan gaya kepemimpinan mereka). Hasil survey ini di umpamabalikkan pada setiap peserta, termasuk
    pada para penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau
    lokalkarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan konstruktif.
4. Transcational Analysis (TA). TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan
    cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan
    menyenangkan. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.
5. Intergroup activities, Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar-
    kelompok. yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi.
    Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau memecahkan konflik yang mungkin
    timbul akibat saling ketergantungan.
6. Proses Consultation. Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati komunikasi, pola
    pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, metode kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit
    organisasi. Konsultan kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses
    yang telah diamatinya, serta menganjurkan tindakan koreksi.
7. Grip OD. Pendekatan grip pada pengembangan organisasi didasarkan pada konsep managerial grip
    yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan
    mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada
    aspek manusia maupun aspek produksi.
8. Third-party peacemaking. Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga
    yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk 
    memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.

9. Pengertian Kepemimpinan
 Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya 
 dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya
 dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin atau praktisi. Dalam
 hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/intruksi.

10. Tipe-Tipe Kepemimpinan
 1. Tipe Kepemimpinan Demokratis
     Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada
     para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan dengan penekanan pada rasa 
     tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasamanya yang baik. kekuatan kepemimpinan 
     demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga
     kelompok. Kepemimpinan demokratis mengahrgai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat
     dan sugesti bawahan.

 2. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
      Tipe kepemimpinan kharismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa
      untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan
      pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib
      (Supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai
      karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan Kharismatik memiliki inspirasi, kebearanian dan 
      berkeyakinan teguh pada pendiriannya sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan 
      pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
  
  3. Tipe Kepemimpinan Administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas