Mengenai Saya

Foto Saya
Hidup itu Pilihan.. Antara Bahagia dan Sedih :)

Sabtu, 27 November 2010

Apakah ada keadilan itu?

Hukum diindonesia sekarang sangatlah rumit dan terlalu egois, para polisi akan lebih memilih orang-orang yang berduit daripada rakyat-rakyat kecil yang tidak tau apa-apa tentang hukum diindonesia.
Kita sebagai rakyat memaklumi akan adanya hal ini karena bagi setiap insan terutama orang-orang yang berkepentingan disana jabatan dan harta akan lebih penting dibandingkan dengan kesejahteraan banyak orang.
sekarang kita kembali ke topik utama, apakah ada keadilan itu?
ya jelas kita tahu keadilan itu disemua negara pasti sudah umum dan wajib dilakukan oleh negara itu sendiri dalam menjaga solidaritas atau toleransi antara sesama masyarakat.
Tetapi kita tahu akhir-akhir ini banyak sekali kejadian-kejadian yang dapat mempertanyakan apakah hukum diindonesia sangat lemah?
samapai-sampai banyak orang luar yang bisa mengirim barang-barang haram untuk diperjualkan belikan diindonesia padahal kita sudah tau kan, kalau memasuki indonesia saja bila bukan WNI itu sangat susah tetapi kenapa sekarang justru malah semakin gampang seseorang dari negara lain bisa masuk ke indonesia walau tidak memenuhi syarat apalagi ditambah mereka dengan gampangnya dapat membawa barang haram yang mungkin dinegara mereka itu akan sangat dilarang, tetapi kenapa di negara kita sendiri ini dapat dibodoh-bodohi oleh negara lain.
Tidak hanya itu hukum diindonesia patut dipertanyakan tetapi masih banyak lagi hal yang musti dipertanyakan seperti kasus yang sekarang ini makin besar dan mencuat ke permukaan dan sebagian orang menganggap ini kasus yang menjemukan.
kita tahu ini siapa? 


dia adalah seorang aktor dalam ranah hukum yang sekarang namanya sangat terkenal ke seluruh pelosok indonesia karena kecerdasannya dalam melakukan pengelapan uang pajak yang membuat banyak teka-teki orang lain. Tadinya dya hanyalah seorang pegawai negeri sipil biasa golongan IIIA di sebuah Kantor Pajak diindonesia.
Kita tahu tadinya dya sudah tertangkap tetapi kemaren hal yang mengejutkan pada saat indonesia lagi berbahagia karena kedatangannya seorang presiden AS Barack Obama yang membuat semua mata lupa akan ada halnya seorang Gayus Tambunan sedang berfoya-foya dan asik sendiri karena dia bisa bolak-balik lapas tanpa perlu merasa sudah menjadi narapidana dengan hanya mengeluarkan duitnya untuk membayar beberapa polisi yang kita tahu harusnya mereka sudah mengerti bahwa mereka sedang mengawasi seorang teroris pajak tetapi hanya dengan membayar dengan sejumlah uang mereka bebas saja membebaskan nya tanpa syarat itu hanya akan membuat mereka menanggung akibatnya seperti sekarang ini ada sekitar beberapa orang ditahan dan membayar denda yang sangat mahal.
Tetapi Kemarin ini kita sudah mengetahui bahwa Gayus tambunan dipergoki
oleh seorang wartawan media cetak di nusa dua bali sedang menyaksikan pertandingan tenis menyamar sebagai orang lain yang banyak orang yang tidak tahu menahu dan tidak menyadari apakah itu seorang gayus tambunan,teroris pajak itu.
Hanya seorang penjaga tiketnya saja sepertinya yang menyadari itu kata wartawan media cetak ini.dan sekarang gayus tambunan akhirnya ditemukan berada di singapura sedang berlibur dengan keluarganya disana. Tetapi istri dari seorang gayus yang juga seorang anggota DPRD itu sekarang tidak jadi dipecat seperti yang dibilang banyak orang di karenakan dia juga tidak bersalah.
Lalu bagaimana mestinya kita sebagai masyarakat dalam menghadapi hukum yang seperti ini,yang hanya menyengsarakan rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa sedangkan orang yang berduit seperti mereka termasuk polisi itu sendiri bisa mengabaikan peraturan-peraturan di negara hukum ini dan berbuat kejahatan.
Menurut saya dalam hal ini seorang polisi harusnya bisa menegakkan hukum diindonesia ini dengan benar dan tanpa harus memandang derajat orang lain dalam negara indonesia ini kita berdemokrasi jadi harusnya walau sebagai rakyat kecilpun tetap diperdengarkan dan seluruh warga rakyat indonesia juga berharap agar hal yang itu-itu saja tidak akan terjadi lagi karena hanya merugikan orang yang tidak bersalah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar