Mengenai Saya

Foto Saya
Hidup itu Pilihan.. Antara Bahagia dan Sedih :)

Minggu, 07 Oktober 2012

Seni dan Budaya Indonesia di Mata Dunia

Bahasa indonesia adalah bahasa resmi yang selalu di gunakan antar sesama rakyat indonesia, baik dari sabang sampai merauke. Bahasa Indonesia adalah bangsa yang terkenal ramah dan santun. penutur bahasa Melayu-Indonesia adalah bangsa yang memiliki keluhuran budi dan keagungan budaya yang tinggi. Mereka tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi imperialis. Indonesia terkenal dengan berbagai macam suku nya dengan keunikan dan keragaman budaya nya masing – masing seperti solo dengan batik nya, medan dengan tari tor tor nya, bali dengan tari pendetnya dan masih banyak lagi beragam budaya dan seni di indonesia.

Seharusnya inilah cara untuk membuat indonesia bisa di kenal oleh seluruh dunia dengan selalu memperkenalkan budaya kita kepada bangsa lain ketika orang asing datang ke indonesia atau ketika kita datang ke negara lainnya. Semuanya itu berawal dari kita sendiri dulu sebagai orang asli indonesia lebih menghargai kebudayaan kita masing-masing dan melestarikan nya kebudayaan asli kita agar bisa di ingat sampai penerus kita selanjutnya. Selain itu kita bisa lebih produktif lagi untuk mempelajari agar bisa menghasilkan suatu karya yang lain untuk di lestarikan dengan kebudayaan lainnya. Bila ketika kita mendapat wewenang untuk membuat negara indonesia terutama bahasa indonesia bisa mendunia, bisa memulainya dari diri sendiri dulu ketika sudah bisa lebih mengenal dan mengerti akan kebudayaan sendiri.
Kita bisa memulai untuk memperkenalkan nya ke negara-negara yang lain dengan beberapa langkah seperti:

A.  Memperbanyak museum-museum di beberapa daerah di indonesia terutama yang sering sekali di kunjungi oleh orang asing. Sebuah museum yang tidak hanya di isi oleh bermacam-macam rumah adat atau pakaian adat saja melainkan dengan semua budaya-budaya indonesia di mulai dari sesuatu yang kecil sampai sesuatu yang besar kecuali rumah adat karena sudah ada sebelumnya.

B.    Seni dalam dunia bisnis
Banyaknya suku dan daerah di indonesia yang beraneka ragam menghasilkan banyak hasil-hasil budaya yang di lestarikan membuat kita bisa mengimporkannya ke negara-negara lain di dunia agar orang asing bisa mengenalnya dan bisa mempelajari hasil-hasil karya kita, dengan cara membuat suatu tempat yang berisikan beberapa toko ataupun tempat makan khas indonesia di setiap negara di dunia juga dengan menyuguhi berbagai macam tarian daerah setiap minggunya dan juga selalu berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia ketika banyak orang asing di sana mulai berdatangan agar bisa bermanfaat untuk tidak hanya bisa mengenal berbagai macam budaya indonesia tetapi juga menikmati rasanya berada di indonesia dengan tidak hanya datang ke Indonesia saja tetapi di negeri mereka sendiri juga sudah bisa merasakan berada di indonesia.

C.    Mengikutsertakan Indonesia dalam Kebudayaan Dunia
Di sinilah kita lebih bebas mengekspresikan dan memperkenalkan di mata seluruh orang di dunia dengan banyak mengikuti beberapa festival ataupun perlombaan yang dapat membuat indonesia terkenal di mata dunia dan bisa lebih sering mempergunakan bahasa indonesia agar seluruh dunia bisa melihat bagaimana keunikan dan keragamannya budaya indonesia contoh seperti cerita di bawah ini:

Kontingen Sekolah Menengah Pertama (SMP) Labschool Kebayoran, Jakarta, yang mewakili Indonesia dalam menyemarakkan festival seni dan budaya internasional di Turki berhasil meraih kategori "The Best Performance".

"Kontingen Indonesia memperoleh dua kategori penghargaan, yakni "The Best Performance" dan "The Best Participation" dalam  "International Bodrum Folkdance Festival" di Turki," kata Afrizal Akmal dari unsur orang tua murid SMP Labschool Kebayoran kepada ANTARA Kairo, Minggu.
Penghargaan tersebut diterima kontingen Indonesia dalam acara penutupan Festival pada Sabtu (17/9) malam waktu setempat atau Minggu dini hari WIB, katanya. 

Kontingen SMP Labschool Kebayoran yang beranggotakan 22 murid dalam festival itu menyajikan beragam pertunjukan seni dan budaya Indonesia dan selalu mendapat sambutan hangat hadirin.

Festival seni budaya yang berlangsung selama sepekan dari 13-18 September 2011 di Bodrum, kota wisata pesisir pantai Laut Mediterania, itu diikuti belasan negara.

Kontingen Indonesia itu menampilkan kebolehan mereka, antara lain, Tari Lenggang Nyai, Tari Giring-Giring, Tari Saman dan Tari Piring yang diiringi oleh musik tradisional Indonesia.

"Semua tarian itu mencuri perhatian publik, terlebih lagi Tari Saman yang energik disambut hangat penonton dengan tepuk tangan meriah," tutur Afrizal.

Panitia festival menyatakan sangat puas dengan penampilan dari para penari dan pemusik dari Indonesia serta meminta untuk dapat melakukan pementasan tambahan di luar acara festival di kota Didim Belediyesi, sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Kota Bodrum.

Media massa setempat juga memuat berita meriahnya penampilan kontingen Indonesia tersebut.

Bahkan, beberapa kontingen negara lain meminta kontingen Indonesia untuk memberikan pengenalan tari-tarian dan alat musik yang dibawakan dan sempat dilakukan kolaborasi dadakan secara bersama.

Kepala Sekolah SMP Labschool, Ukim Komarudin, MPd, dalam sambutan pelepasan kontingen pada 12 September, mengemukakan bahwa kegiatan tari dan musik Tradisional di sekolah yang beralamat di  Jalan KH Ahmad Dahlan No. 14, Kebayoran, Jakarta, itu merupakan salah satu aktivitas ekstra kurikuler yang sangat aktif. 

"Kegiatan penampilan tari dan musik tradisional itu selain dilakukan untuk mengisi acara-acara internal sekolah, juga di luar sekolah seperti mengisi kegiatan UNESCO, Lembaga Pertukaran Budaya dan di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Selain itu, mereka ikut pula kejuaraan tari di Jakarta dan kegiatan pertukaran pelajar, baik antar propinsi maupun dengan negara lain seperti "Sister School Program" di Sydney dan Melbourne, Australia.

Menurut Dina Bayundani, Ketua Tim Orang Tua Murid SMP Labschool Kebayoran, keikutsertaan festival di Turki ini merupakan salah satu kontribusi untuk memperkenalkan budaya seni tari dan musik Indonesia di dunia Internasional.

Disebutkan, pendanaan kontingen pimpinan Wahyudi Sumantoro ini diperoleh dari swadaya sekolah dan sumbangan dari para orang tua murid serta dukungan dari para sponsor setelah berkoodinasi dengan Instansi terkait, seperti Kementerian Budpar dan KBRI Ankara.

KBRI Ankara menyampaikan apresiasi kepada kontingen SMP Labschool Kebayoran yang telah berupaya melakukan penampilan terbaik, sehingga nama negara dan budaya Indonesia lebih dikenal oleh masyarakat Turki dan di mata dunia.
Dan di bawah ini juga ada cerita yang lebih menarik lagi dalam memperkenalkan Indonesia dengan seni dan budayanya
Tim Indonesia yang diwakili siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Al Ikhlas, Jakarta Selatan, berhasil menjuarai even seni budaya internasional "Grandprix Folklore Festival Ribnitz yang berlangsung di Damgarten Jerman, pada 28 Juni-1 Juli 2012.

Pimpinan Gema Citra Nusantara yang juga pemimpin rombongan Indonesia, Mira Marina Arismunandar di Jakarta, Selasa mengatakan festival itu diikuti 61 negara dari seluruh dunia dimana setiap negara diperbolehkan mengirim lebih dari satu tim.

Dari seluruh peserta festival seni budaya internasional tersebut, lanjutnya, pada akhirnya menyisakan enam negara finalis yaitu, China, Ukraina, Jerman, Hungaria, Turki, dan Indonesia.

"Prestasi ini merupakan hasil karya seluruh murid yang berjuang untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional," katanya.

Menurut dia sebagai penghargaan bagi tim Merah Putih yang meraih juara I, tahun depan tim Indonesia yang diwakili oleh siswa-siswi SD Islam Al Ikhlas, ditetapkan menjadi peserta pada 2013.

"Jadi, tahun depan kami akan berjuang lagi di Jerman. Dan kami berharap, bisa mendapat prestasi yang lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jerman memberikan dukungan penuh atas keberhasilan Indonesia meraih prestasi internasional tersebut.

Bahkan KBRI di Jerman juga memfasilitasi tim Indonesia yang diwakili oleh salah satu anggota tim Rucita Samara Jetta (11 tahun), untuk diterima oleh Walikota Hamburg Jerman Andreas Thiede.

"Duta Besar Indonesia di Jerman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim Indonesia yang berhasil menjadi Juara I pada festival itu. Dan kalau diberi kesempatan kembali tahun depan, saya ingin kembali mengukir prestasi terbaik ini bagi nama Indonesia," jelas Rucita saat dikonfirmasi.
Dari bahasan di atas ini saja kita sudah melihat sejauh apa perkembangan seni dan budaya di luar negeri, itu sangat membuat kita bangga tentunya. Maka dari itu menurut saya dengan cara seperti itulah juga bisa membuat negara kita terutama Bahasa Indonesia bisa lebih dikenal lagi di seluruh dunia terutama dengan seni dan budayanya yang beraneka ragam itu.

D.    Konser Budaya Indonesia
Selain dengan cara mengikuti berbagai macam lomba di luar negeri untuk memperkenalkan budaya kita. Ada 1 cara lagi yang tidak hanya Indonesia bisa mengikutinya saja seperti di sebuah ajang atau perlombaan saja tetapi juga bisa sampai mempertunjukkan sebuah seni dan budaya lengkap dengan beberapa tarian daerah di suatu tempat di luar negeri yang bisa saja membuat orang asing lebih tertarik untuk mempelajari seni dan budaya kita secara langsung bisa berlangsung selama 3 hari ataupun 1 minggu.

Seperti cerita yang saya temukan di sebuah web yang dapat semakin mempopulerkan Indonesia terutama Bahasa Indonesia di luar negeri:

Malam tadi saya menjadi saksi indahnya Indonesia yang dikemas dalam ‘konser’ budaya selama 3,5 jam. National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) Indonesian Culture Exhibition 2012 (ICE 2012) menginjak tahun ketujuhnya saat ini, dan kali keempat saya bisa menyaksikan kemegahannya.
ICE 2012 kali ini diselenggarakan selama 3 hari, 5-7 Maret 2012; dimana dua hari pertama digunakan untuk pameran budaya (alat musik, baju tradisinal, makanan daerah, dsb), sedangkan hari ketiga untuk pertunjukan budaya. Acara ini didukung sepenuhnya oleh NTUST, KDEI Taipei, Garuda Indonesia Airlines, yang memberikan 3 tiket PP Taipei Jakarta dan Bali untuk doorprize bagi pengunjung, Indonesian Overseas Chinese Association (IOCA), majalah Indonesia di Taiwan, dan beberapa toko Indonesia di Taiwan. Jumlah total pengunjung mencapai 1200 orang, termasuk anak-anak dari Gongguan Kindergarten.
Malam tadi, di acara yang dimulai pukul 7 malam (waktu Taiwan), presiden NTUST, Professor Shi-Shuenn Chen bahkan mengawali pidato pembukaannya dengan “Indonesian students, you make us proud”, disusul dengan “Yinni xuesheng, wo ai nimen” (Indonesian students, I love you all). Tidak hanya karena pementasan budaya yang setiap tahunnya selalu mengundang ratusan pengunjung, juga karena prestasi mahasiswa Indonesia yang konsisten, termasuk terpilihnya beberapa mahasiswa Indonesia sebagai satu dari 10 NTUST Outstanding Youth, 10 mahasiswa (dari 10.000+ mahasiswa NTUST) yang bisa dijadikan role model untuk mahasiswa lain.
Hal senada juga diungkapkan Professor Chia-Fen Chi dan Professor Alicia D. Lloyd dari NTUST Office of International Affair, kantor yang selama ini selalu memberikan dukungan penuh pada mahasiswa internasional. Professor Lloyd yang selalu menyaksikan ICE setiap tahunnya mengatakan bahwa selalu ada kejutan di setiap tahun. Professor Chi berbisik pada saya saat acara berlangsung, “I can’t afford to miss tonight’s performance”.
Bapah Suhirto selaku Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei) menggarisbawahi kerjasama antara Indonesia dan Taiwan yang semakin berkembang. Baik dalam bidang ketenagakerjaan (lebih dari 170 ribu WNI bekerja di Taiwan), perdagangan, dan juga pendidikan, yang ditandai dengan semakin banyaknya pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menjadikan Taiwan sebagai negara tujuan belajar.
Malam pertunjukan budaya dikemas dalam rangkuman perjalanan Mahapatih Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara. Berbagai tarian, mulai dari Tari Tempurung yang dibawakan oleh IOCA, Saman, Jathilan, Yamko Rambe Yamko, Kayau, Kecak, juga pencak silat; ditampilkan bergantian dan disesuaikan dengan perjalanan Gajah Mada. Selain dua tarian yang dikoreografi oleh Danang Pamungkas dan Dewi Galuh Sinta Sari, beberapa tarian juga dikoreografi sendiri oleh mahasiswa Indonesia di NTUST. Lagu-lagu daerah dan nasional juga dinyanyikan oleh paduan suara mahasiswa Indonesia. Untuk pertama kalinya, ICE tahun ini memiliki theme song, We Are Proud Student of Indonesia, yang diciptakan sendiri oleh mahasiswa Indonesia, Elisa Melati Putri. Lebih dari 100 mahasiswa Indonesia tampil malam tadi, dan jumlah penonton pun mencapai lebih dari 500 orang, sampai panitia harus menutup auditorium karena tidak bisa lagi menampung penonton yang membludak.
Tepuk tangan meriah tidak putus-putusnya diberikan penonton di sela-sela acara. Tari Saman dengan tempo gerakan yang sangat cepat dan memukau, juga dengan tari Kecak yang menimbulkan kesan mistis. Tidak ketinggalan tari Kayau kreasi Dewi Galuh Sinta Sari yang juga mengundang decak kagum penonton. Selain mahasiswa lokal Taiwan (dari NTUST atau dari kampus lain), banyak juga mahasiswa dari negara lain yang hadir. Dua tiket pesawat Taipei-Jakarta dimenangkan oleh mahasiswa lokal Taiwan, sedangkan tiket pesawat Taipei-Bali dimenangkan oleh seorang mahasiswa asal Kolombia.  Kemeriahan acara ini juga sempat dimuat di situs berita lokal Yahoo Taiwan.
Animo pengunjung sangat besar, banyak dari mereka yang menyatakan berkeinginan untuk berkunjung ke Indonesia dan menyaksikan langsung indahnya alam Indonesia dan budayanya yang beragam.
Malam ini saya bangga menjadi bagian dari kerja keras dan pertunjukan yang mengagumkan ini. Lebih bangga lagi karena apresiasi tinggi yang ditunjukkan oleh masyarakat Taiwan pada budaya Indonesia.

E.     Rumah Budaya Indonesia
Membuat Rumah Budaya Indonesia atau di sebut juga Rumah adat khas daerah-daerah Indonesia di luar negeri. Fungsinya agar dapat mengenalkan dan mengomunikasikan budaya Indonesia di mancanegara dan agar menghindari beberapa berita belakangan ini yang membuat Budaya khas Indonesia seakan-akan bisa di jiplak dengan mudahnya oleh negara-negara yang lain agar tidak adanya lagi terjadi hal seperti itu. Rumah Budaya Indonesia ini akan di isi oleh beberapa Rumah Adat Khas Indonesia dan juga beberapa baju adat, buku-buku dan lain-lain sama halnya seperti di Indonesia tetapi di Indonesia tetap lebih lengkap, Di luar negeri itu hanya sedikit memperkenalkan dan bisa di pelajari mereka. Sama seperti yang di lakukan oleh orang asing Misalnya, di Yogyakarta ada Lembaga Indonesia-Prancis (LIP). Maksud dari lembaga-lembaga kebudayaan asing itu sebagai wujud kehadiran budaya asing di Indonesia. Karena itu, jika Indonesia yang merasa memiliki aneka ragam dan kaya akan berbagai jenis kebudayaan itu ingin dikenal di luar negari, harus dikomunikasikan.
Dengan demikian itulah beberapa cara yang bisa saya terapkan bila ingin Indonesia terutama Bahasa Indonesia semakin di kenal di dunia dan bisa menjadi Bahasa Internasional dengan banyak memperkenalkan seni dan budaya di Indonesia ini yang beraneka ragam dan berciri khas yang berbeda. Dari saya mudah-mudahan beberapa cara ini dapat di terapkan agar Indonesia semakin membanggakan di mancanegara.

Sumber:
http://livebeta.kaskus.co.id/thread/000000000000000015272097/
http://www.antarakl.com/index.php/pendidikan/656-indonesia-raih-qthe-best-performanceq-festival-turki
http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/03/08/ice-2012-konser-budaya-indonesia/
http://musicbandung.tumblr.com/post/14447404925/pemerintah-berencana-membangun-rumah-budaya-indonesia

2 komentar: